Integrasi Realitas Virtual dan Nilai-Nilai Kearifan Lokal: Pendekatan Budaya terhadap Inovasi dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
Keywords:
Virtual Reality; Kearifan Lokal; Inovasi Layanan Bimbingan dan KonselingAbstract
Perkembangan teknologi digital, khususnya Virtual Reality (VR), menghadirkan peluang besar bagi inovasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di era pendidikan 5.0. Namun, implementasi teknologi ini sering kali terfokus pada aspek teknis dan kurang mempertimbangkan konteks budaya lokal yang menjadi kekuatan karakter bangsa. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi potensi perpaduan antara teknologi VR dengan nilai-nilai kearifan lokal Indonesia sebagai dasar pengembangan layanan BK yang lebih kontekstual, humanistik, dan transformatif. Melalui pendekatan konseptual dan kajian literatur, penelitian ini menyoroti bagaimana VR dapat menjadi media simulatif yang menghadirkan pengalaman konseling interaktif berbasis nilai-nilai lokal seperti gotong royong, tepo seliro, tanggung jawab, dan harmoni sosial. Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan self-awareness, empati, serta kemampuan adaptif peserta didik terhadap dinamika sosial budaya modern tanpa kehilangan identitas lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa perpaduan VR dan kearifan lokal berpotensi memperluas efektivitas layanan BK dalam ranah pencegahan, pengembangan, maupun intervensi, sekaligus memperkuat nilai-nilai karakter kebangsaan. Artikel ini merekomendasikan pengembangan prototipe media VR berbasis kearifan lokal sebagai inovasi strategis dalam pendidikan karakter dan konseling digital.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Edris Zamroni, Susilo Rahardjo, Gudnanto Gudnanto, Agus Afriliyanto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.