Implementasi Layanan Informasi Melalui Bimbingan Klasikal DalamUpaya Pencegahan Perkawinan Anak di SMA Negeri 1 Nunukan
Keywords:
Perkawinan Anak, Bimbingan Klasikal, Layanan InformasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penerapan bimbingan klasikal
melalui layanan informasi dalam upaya pencegahan perkawinan anak. Perkawinan anak
merujuk pada perkawinan yang dilakukan dibawah usia 18 tahun, sedangkan UU No. 16
Tahun 2019 telah mengatur bahwa batas usia perkawinan minimal 19 tahun baik pria
maupun wanita. Beberapa faktor yang menyebabkan perkawinan anak antara lain faktor
ekonomi, orang tua, kecelakaan (married by accident), melanggengkan hubungan garis
keturunan, tradisi keluarga dan adat istiadat masyarakat setempat. Metode penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one grup pre-test – post-
test. Tempat penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Nunukan dengan populasi sebanyak 277
siswa, dan sampel diambil dengan metode random sampling sebanyak 30 siswa. Teknik
analisis data menggunakan uji hipotesis Paired sample T Test. Dari hasil uji tersebut, diperoleh
bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak karena nilai signifikansi
0,000 dimana lebih kecil dari 0,05 serta nilai t hitung sebesar 3,981 dimana lebih besar dari t
tabel 2,045. Dengan demikian, hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat peningkatan
pengetahuan siswa tentang faktor penyebab perkawinan anak di SMA Negeri 1 Nunukan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Emmy Ardiwinata, Riski Sovayunanto, Tuti Azizah, Eliana Sarira (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.