Implementasi Nilai Tepo Sliro dalam Pendekatan Konseling Multikultural di SMAN 4 Makassar
Keywords:
Tepo Seliro, Konseling Multikultural, EmpatiAbstract
Dalam lingkungan pendidikan di Sekolah Menengah tepatnya di SMAN 4 Makassar, murid berasal dari
berbagai latar belakang budaya yang berbeda antara lain Bugis, Makassar, Jawa, Toraja, Batak, Sumatra,
Papua dan NTT. Keberagaman ini menghadirkan peluang besar bagi pembelajaran sosial, namun juga
tantangan dalam hal empati dan toleransi antar murid. Namun, layanan Bimbingan dan Konseling di
sekolah terkadang masih menggunakan pendekatan yang cenderung seragam atau belum sepenuhnya
sensitif terhadap perbedaan budaya. Salah satu nilai budaya yang relevan untuk memperkuat empati
adalah tepo sliro dari budaya Jawa, yang berarti kemampuan untuk menempatkan diri dan memahami
perasaan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai tepo sliro dalam
pendekatan konseling di sekolah guna meningkatkan empati siswa. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen pengumpulan data berupa angket kepada guru BK dan
siswa dari berbagai latar budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai tepo sliro dalam
layanan konseling membantu siswa memahami perbedaan perspektif, mengembangkan komunikasi
empatik, dan menurunkan perilaku intoleran di antara kelompok siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa
konseling berbasis nilai budaya lokal dapat menjadi strategi efektif untuk membangun empati di
lingkungan sekolah multikultural agar lebih inklusif dan harmonis
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adi Yoesanti, Sahril Buchori, Suciani Latif (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.